Flag Counter
Saturday, July 14, 2012
0 comments

Wayang Beber Pacitan, Warisan Budaya uang Kian Sirna

Saturday, July 14, 2012
Wayang beber termasuk wayang tua di Indonesia. Ia sudah ada sebelum wayang kulit lahir. Karena itu, ia juga yang punah lebih dulu.

Sejak Zaman Majapahit
Wujud wayang beber berbeda dengan wayang kulit atau wayang golek. wayang beber mirip lukisan. wayang ini digambar di atas lembaran atau beberan (baca: be seperti pada kata bebek). Lembaran yang digunakan bisa kertas, bisa juga kain.
Wayang beber, konon sudah ada sejak zaman Majapahit. Pada masa itu, wayang ini dilukis di atas daun lontar. Wayang beber juga pernah dilukis di atas dluang, yakni kertas yang dibuat dari serat kulit kayu. Belakangan, wayang ini banyak dilukis di atas kain mori.

Pertunjukkan Sederhana
Pertunjukan wayang beber tidak heboh wayang kulit. tabuhan pengiring yang digunakan hanya empat jenis, yaitu rebab, kendang, kenong, dan gong. Dalangnya juga hanya membawa empat atau enam gulungan berisi empat adegan. Cerita yang cukup sering dimainkan misalnya Joko Kembang Kuning dan Remeng Mangunjoyo.
Pertunjukan wayang beber cukup sederhana. Gulungan gambar dibentangkan di depan dalang seperti layar tancap. Penonton melihat gambar wayang beber seperti melihat gambar ilustrasi cerita. Lalu, dalang menceritakan kisah yang tergambar pada gulungan itu. Dalang wayang beber tidak kelihatan, karena berada di belakang layar.
Menonton wayang beber mirip menonton film. Bedanya, gambarnya tidak bergerak. Ketika satu adegan selesai, gulungan itu diputar sehingga gambarnya bergeser dan berganti adegan selanjutnya. lama pertunjukannya pun hanya sekitar satu setengah jam,Wayang ini biasa dimainkan pada siang atau malam hari.

Wayang Pacitan
Wayang beber berkembang di daerah Donorojo, Pacitan, jawa Timur. Wayang nin diwariskan secara turun temurun. Konon, dulu dalang wayang beber pun harus berasal dari keturunan dalang pertama. Akibatnya, wayang beber sangat lambat berkembangnya. Apalagi, sekarang. Sedikit sekali yang tertarik pada wayang ini. Akhirnya, syarat menjadi dalang wayang beber tidak dibuat ketat seperti dulu. Saat ini, siapa berminat, ia boleh belajar menjadi dalang wayang beber.

0 comments:

Post a Comment

Saturday, July 14, 2012

Wayang Beber Pacitan, Warisan Budaya uang Kian Sirna

Wayang beber termasuk wayang tua di Indonesia. Ia sudah ada sebelum wayang kulit lahir. Karena itu, ia juga yang punah lebih dulu.

Sejak Zaman Majapahit
Wujud wayang beber berbeda dengan wayang kulit atau wayang golek. wayang beber mirip lukisan. wayang ini digambar di atas lembaran atau beberan (baca: be seperti pada kata bebek). Lembaran yang digunakan bisa kertas, bisa juga kain.
Wayang beber, konon sudah ada sejak zaman Majapahit. Pada masa itu, wayang ini dilukis di atas daun lontar. Wayang beber juga pernah dilukis di atas dluang, yakni kertas yang dibuat dari serat kulit kayu. Belakangan, wayang ini banyak dilukis di atas kain mori.

Pertunjukkan Sederhana
Pertunjukan wayang beber tidak heboh wayang kulit. tabuhan pengiring yang digunakan hanya empat jenis, yaitu rebab, kendang, kenong, dan gong. Dalangnya juga hanya membawa empat atau enam gulungan berisi empat adegan. Cerita yang cukup sering dimainkan misalnya Joko Kembang Kuning dan Remeng Mangunjoyo.
Pertunjukan wayang beber cukup sederhana. Gulungan gambar dibentangkan di depan dalang seperti layar tancap. Penonton melihat gambar wayang beber seperti melihat gambar ilustrasi cerita. Lalu, dalang menceritakan kisah yang tergambar pada gulungan itu. Dalang wayang beber tidak kelihatan, karena berada di belakang layar.
Menonton wayang beber mirip menonton film. Bedanya, gambarnya tidak bergerak. Ketika satu adegan selesai, gulungan itu diputar sehingga gambarnya bergeser dan berganti adegan selanjutnya. lama pertunjukannya pun hanya sekitar satu setengah jam,Wayang ini biasa dimainkan pada siang atau malam hari.

Wayang Pacitan
Wayang beber berkembang di daerah Donorojo, Pacitan, jawa Timur. Wayang nin diwariskan secara turun temurun. Konon, dulu dalang wayang beber pun harus berasal dari keturunan dalang pertama. Akibatnya, wayang beber sangat lambat berkembangnya. Apalagi, sekarang. Sedikit sekali yang tertarik pada wayang ini. Akhirnya, syarat menjadi dalang wayang beber tidak dibuat ketat seperti dulu. Saat ini, siapa berminat, ia boleh belajar menjadi dalang wayang beber.

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top