Tahu kan, arena games
di mal yang berupa mesin-mesin permainan yang dijalankan dengan memasukkan
koin, dan mengeluarkan tiket yang bisa ditukarna dengan hadiah? Nah, Caine
Monroy membuat arena permainan seperti itu sendiri dari kardus.
Kardus
Bekas
Caine
Monroy berumur 9 tahun. Dia tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Ayahnya
punya toko kecil yang menjual kompone-komponen mobil. Saat liburan musim panas,
Caine diajak ayahnya ke tokonya.
Di toko
ayahnya itu, Caine melihat kardus-kardus bekas. Ia lalu bilang, ingin membuat
arena games di toko ayahnya. Maka, ia mulai membuat aneka pernainan dari kardus
bekas tadi. Permainan pertama yang dibuatnya dalah lempar bola basket. Lapangan
basketnya dari kardus. Bolanya dari gulungan kertas dengan perekat.
Bikin
Kaos
Caine
tidak hanya menyiapkan permainannya. Ia juga menyiapkan koin, tiket, hadiah, an
peraturan bermain di arenanya. Ia bahkan mebuat kaos yang dipunggungnya
bertuliskan Caine’s Arcade yang artinya arena permainan Caine dan bagian depan
kaosnya, ada tulisan staff yang artinya karyawan. Kaos itu dijual Caine dengan
harga US 15$
Pengunjung
Pertama
Awalnya,
arena games buatan Caine sepi pengunjung. Tetapi, Caine tetap setia menunggu
duduk di depan toko ayahnya, sambil menawari orang-orang kaya yang lewat di
depan toko.
Suatu
hari, datanglah pengunjung pertamanya. Pengunjung pertamanya itu bernama Nirvan
Mullick. Ternyata, ia seorang sutradara. Ia lalu membuat film pendek tentang
arena games Caine melalui facebook, ia juga mengajak orang-orang datang kesana.
Bulan april lalu, film pendek itu telah ditonton jutaan orang di Internet.
Orang-orang itu lalu menyumbang untuk biaya pendidikan Caine. Waaa… Caine pun
akhirnya punya tabungan untuk biaya kuliahnya nanti, dan arena games-nya tidak
sepi lagi.
Imajinasi,
kreativitas, dan semangat Caine tidak sia-sia. Apakah kamu tertarik
berkreativitas seperti Caine?
Sumber:
BOBO edisi 13, tahun XL.


0 comments:
Post a Comment