Flag Counter
Thursday, August 2, 2012

Thursday, August 2, 2012

Mengatasi Kulit Terbakar



                Saat liburan, pasti kita sering banget main diluar. Entah di bulan puasa atau tidak. Maupun saat cuaca panas atau tidak. Nah, pada saat cuaca sedang panas-panasnya, pasti kulit kita terasa panas, kering, bahkan perih. Itu akibat kita terlalu lama berjemur di sinar matahari yang panas dan kita tidak memakai sunblock saat itu. Sudah terlanjur? Berikut ini saya akan memberikan tips  bagaimana mengatasi kulit yang terbakar;
1.       Yang harus kamu lakukan, jangan menarik kulitmu yang sedang mengelupas. Ini bisa menyebabkan area kulit lain ikut terlupas, bahkan berdarah. Biarkan kulitmu mengelupas dengan sendirinya. Awalnya, kulit yang terbakar (sunburn) ditandai dengan memerahnya kulit. Ini terjadi 2-6 jam setelah kulit terkena matahari langsung, dan terasa puncaknya sekitar 12-24 jam kemudian. Lalu, kulit akan mengelupas sekitar 4-7 hari setelah terbakar.
2.       Kompres kulit selama 15-20 menit dengan campuran susu dan air dingin untuk meng-coolong down kulit. Atau, berendamlah dengan air dingin.
3.       Bersihkan dan keringkan badan secara perlahan. Oleskan moisturizer pada wajah dan lotion yang mengandung aloe vera gel pada tubuh, untuk melembapkan dan ‘menenangkan’ kulit.
4.       Rajinlah minum air putih untuk memberi asupan air pada kulit.
5.       Untuk sementara, stay at home dan hindari sinar matahari untuk mempercepat proses pergantian kulit agar kembali seperti semula. Proses pergantian kulit biasanya terjadi setiap 28 hari.
Nah, cukup simple kan cara-cara yang diberikan di atas? Jadi, tidak usah panik lagi deh saat kulit kita terbakar. Selamat mencoba dan Happy Holiday

Enhanced by Zemanta

Break dengan sahabat? Perlu tidak?



                Break pacaran sering kita dengar. Tapi, ada ga sih, break temenan? Yup, ada masanya kita merasa perlu menjaga jarak sejenak dari sobat. Penyebanya bisa macam-macam. Dari mulai rasa jenuh, lagi pengen dekat sama teman yang lain, mengurangi ketergantungan sama sobat, dan sebagainya. Tapi, ini Cuma sementara dan kita tetap pengen jadi sahabatnya. Bisa nggak, ya?
Menekan tombol ‘PAUSE’
                Situasi seperti ini memang membingungkan. Di satu sisi, kita membutuhkan ‘time out’ dari sobat. Namun di sisi lain, kita terkesan jahat dan bisa bikin teman tersinggung. Supaya tidak membahayakan pertemanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam periode ‘pause’ tersebut.
1.       Penuhi janji. Walaupun lagi menjaga jarak, tapi jangan melupakan janji yang telah dibuat. Misalnya, janjian nonton atau belanja bareng.
2.       Bukan berarti mengacuhkan. Meskipun ingin menjauh sejenak, kita tidak boleh cuekin sobat saat dia menyapa. Balas saja dengan sopan.
3.       Jangan kelamaan. Masa sih, kita break sobatan sampai berbulan-bulan? Bisa terancam bubar pertemanan. Rasanya waktu 1-3 minggu break sudah cukup, deh.
4.       Cara halus. Saat menjauh, kita bisa pakai strategi halus. Yaitu, perlahan menjaga jarak, namun tetap keep in touch, sehingga sobat tidak merasa dijauhi sama kita. Selain itu, penyampaiannya juga harus tepat. Misalnya, dengan jujur bilang, ‘Gue lagi perlu suasana baru nih, makanya untuk beberapa hari ini kita nggak bisa sering bareng.’
5.       Beri pengecualian. Tunda break jika terjadi situasi darurat. Misalnya, saat sobat down karena mengalami hal buruk atau saat dia butuh bantuan kita.
The Coming Back
        Setelah beberapa saat menjauh, pastinya kita ingin balikan. Kalau orang pacar biasanya langsung nembak. Nah, apa yang harus dilakukan untuk bisa come back dengan teman?
·         Natural. Karena memang berteman (tidak musuhan, kan?), jadi tidak ada kata balik yang resmi. Sedikit canggung bisa ditoleransi. Yang penting, bersikaplah sewajar mungkin dan tidak dibuat-buat.
·         Adaptasi. Setelah beberapa saat kita menjaga jarak, dia mungkin punya kebiasaan dan teman main baru. Mau tidak mau, kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan semua itu.
·         Positive energy. Akan sangat bermanfaat jika kita membawa enegergi positif ke dalam pertemanan. Apalagi setelah break, kita jadi lebih fresh pikirannya. Misalnya, jika tadinya kita mengambil break supaya tidak terlau bergantung sama sobat, maka pas balik, jadilah teman yang lebih independen.

Enhanced by Zemanta
 
Toggle Footer
Top