Break
pacaran sering kita dengar. Tapi, ada ga sih, break temenan? Yup, ada masanya
kita merasa perlu menjaga jarak sejenak dari sobat. Penyebanya bisa
macam-macam.
Dari mulai rasa jenuh, lagi pengen dekat sama teman yang lain,
mengurangi ketergantungan sama sobat, dan sebagainya. Tapi, ini Cuma sementara
dan kita tetap pengen jadi sahabatnya. Bisa nggak, ya?
Menekan tombol ‘PAUSE’
Situasi
seperti ini memang membingungkan. Di satu sisi, kita membutuhkan ‘time out’ dari
sobat. Namun di sisi lain, kita terkesan jahat dan bisa bikin teman
tersinggung. Supaya tidak membahayakan pertemanan, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam periode ‘pause’ tersebut.
1.
Penuhi janji.
Walaupun lagi menjaga jarak, tapi jangan melupakan janji yang telah dibuat.
Misalnya, janjian nonton atau belanja bareng.
2.
Bukan berarti
mengacuhkan. Meskipun ingin menjauh sejenak, kita tidak boleh cuekin sobat
saat dia menyapa. Balas saja dengan sopan.
3.
Jangan kelamaan.
Masa sih, kita break sobatan sampai berbulan-bulan? Bisa terancam bubar
pertemanan. Rasanya waktu 1-3 minggu break sudah cukup, deh.
4.
Cara halus. Saat
menjauh, kita bisa pakai strategi halus. Yaitu, perlahan menjaga jarak, namun
tetap keep in touch, sehingga sobat tidak merasa dijauhi sama kita. Selain itu,
penyampaiannya juga harus tepat. Misalnya, dengan jujur bilang, ‘Gue lagi perlu
suasana baru nih, makanya untuk beberapa hari ini kita nggak bisa sering
bareng.’
5.
Beri pengecualian.
Tunda break jika terjadi situasi darurat. Misalnya, saat sobat down karena
mengalami hal buruk atau saat dia butuh bantuan kita.
The Coming Back
Setelah
beberapa saat menjauh, pastinya kita ingin balikan. Kalau orang pacar biasanya
langsung nembak. Nah, apa yang harus dilakukan untuk bisa come back dengan teman?
·
Natural. Karena
memang berteman (tidak musuhan, kan?), jadi tidak ada kata balik yang resmi.
Sedikit canggung bisa ditoleransi. Yang penting, bersikaplah sewajar mungkin
dan tidak dibuat-buat.
·
Adaptasi. Setelah
beberapa saat kita menjaga jarak, dia mungkin punya kebiasaan dan teman main
baru. Mau tidak mau, kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan semua itu.
·
Positive energy.
Akan sangat bermanfaat jika kita membawa enegergi positif ke dalam pertemanan.
Apalagi setelah break, kita jadi lebih fresh pikirannya. Misalnya, jika tadinya
kita mengambil break supaya tidak terlau bergantung sama sobat, maka pas balik,
jadilah teman yang lebih independen.