Saat libur sekolah, pasti ada masanya kita ingin bersantai di rumah saja. Misalnya ingin tidur, main game, nonton dan bermalas-malasan sepuasnya. Meskipun kedengarannya asyik, tapi tidak jarang kenyamanan ini justru memicu konflik, saat keluarga kita juga memutuskan untuk berlibur di rumah. Hmm, kenapa begitu ya?
Berbagi Fasilitas
Pemicu
utama konflik saat liburan, biasanya terjadi karena harus baerbagi fasilitas di
rumah. Misalnya, di rumah hanya ada satu TV, pastinya akan jadi masalah saat
kita ingin nonton DVD marathon, sedangkan kakak/adik kita ingin nonton TV. Atau
berebut remote TV, ketika ingin menyaksikan channel yang berbeda. Nah ngerinya,
hal ini bisa makin rumit jika diantara kita tidak ada yang mau mengalah.
SOLUSI:
Untuk
mengatasi saling berebut fasilitas di rumah, coba deh untuk win-win solution
dengan membuat jadwal penggunaan fasilitas yang ada di rumah. Misalnya, dalam
kasus perebutan remote TV, coba buat jadwal menguasai remote TV tersebut, secara
bergilir selama 2 jam bergantian. Begitu pula dengan kasus DVD, kita tidak
perlu menyaksikan DVD sekaligus, supaya adik juga bisa menyaksikan acara TV
favoritnya.
Frekuensi Betemu
Frekuensi
bertemu yang lebih sering, membuat kita lebih mengenal sifat satu keluarga
lebih dalam lagi. Kalau yang tadinya kita Cuma tahu kakak itu orangnya rapi,
ternyata ia juga detil dan kritis, misalnya. Karena sebal dengan sifatnya ini,
kita pun mengomentari sikap kakak dan akhirnya terjadilah ‘perang’ di rumah.
SOLUSI:
Isi
waktu dengan kegiatan yang bermanfaat di luar rumah, bisa jadi pilihan yang
tepat. Misalnya, pergi ke rumah nenek, main bareng teman atau menambah kegiatan
seperti ikut les musik, dsb. Waktu kita
jadi bermanfaat sekaligus bisa mengurangi frekuensi pertemuan yang kadang bikin
konflik. Yang penting, jangan ke luar karena alasan ingin melarikan diri dari
suasana rumah yang tidak nyaman, ya.
Konflik Dengan Ortu
Semua
sepakat kalau liburan adalah waktunya untuk bersantai dan memanjakan diri. Tapi
sayngnya, di momen liburan ini, justru banyak tuntutan yang datang dari ortu. Misalnya,
mumpung libur, mama malah menuntut kita untuk beres-beres kamar, menemani mama
ke pasar, membantu papa berkebun saat weekend, dan seabreg permintaan lainnya.
Ortu jadi lebih sering mengomel dan menuntut banyak hal sama kita.
SOLUSI:
Sebenarnya,
permintaan ortu tersebut masuk akal juga, sih. Mengingat liburan adalah momen
yang tepat untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan saat sekolah.
Supaya sama-sama enak, coba ungkapkan secara baik-baik ke ortu, jika kita butuh
relaksasi saat liburan ini. Tapi, jangan lupa untuk memenuhi permintaan mereka.
Biar tidak berat, atur waktu untuk melakukannya. Misalnya, dengan mencicil
membereskan kamar minggu ini dan menemani papa berkebun di minggu berikutnya.
0 comments:
Post a Comment