Flag Counter
Saturday, July 21, 2012
0 comments

Atasi Konflik di Rumah Saat LIBURAN

Saturday, July 21, 2012

Saat libur sekolah, pasti ada masanya kita ingin bersantai di rumah saja. Misalnya ingin tidur, main game, nonton dan bermalas-malasan sepuasnya. Meskipun kedengarannya asyik, tapi tidak jarang kenyamanan ini justru memicu konflik, saat keluarga kita juga memutuskan untuk berlibur di rumah. Hmm, kenapa begitu ya?



Berbagi Fasilitas
                Pemicu utama konflik saat liburan, biasanya terjadi karena harus baerbagi fasilitas di rumah. Misalnya, di rumah hanya ada satu TV, pastinya akan jadi masalah saat kita ingin nonton DVD marathon, sedangkan kakak/adik kita ingin nonton TV. Atau berebut remote TV, ketika ingin menyaksikan channel yang berbeda. Nah ngerinya, hal ini bisa makin rumit jika diantara kita tidak ada yang mau mengalah.
SOLUSI:
                Untuk mengatasi saling berebut fasilitas di rumah, coba deh untuk win-win solution dengan membuat jadwal penggunaan fasilitas yang ada di rumah. Misalnya, dalam kasus perebutan remote TV, coba buat jadwal menguasai remote TV tersebut, secara bergilir selama 2 jam bergantian. Begitu pula dengan kasus DVD, kita tidak perlu menyaksikan DVD sekaligus, supaya adik juga bisa menyaksikan acara TV favoritnya.
Frekuensi Betemu
                Frekuensi bertemu yang lebih sering, membuat kita lebih mengenal sifat satu keluarga lebih dalam lagi. Kalau yang tadinya kita Cuma tahu kakak itu orangnya rapi, ternyata ia juga detil dan kritis, misalnya. Karena sebal dengan sifatnya ini, kita pun mengomentari sikap kakak dan akhirnya terjadilah ‘perang’ di rumah.
SOLUSI:
                Isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat di luar rumah, bisa jadi pilihan yang tepat. Misalnya, pergi ke rumah nenek, main bareng teman atau menambah kegiatan seperti  ikut les musik, dsb. Waktu kita jadi bermanfaat sekaligus bisa mengurangi frekuensi pertemuan yang kadang bikin konflik. Yang penting, jangan ke luar karena alasan ingin melarikan diri dari suasana rumah yang tidak nyaman, ya.
Konflik Dengan Ortu
                Semua sepakat kalau liburan adalah waktunya untuk bersantai dan memanjakan diri. Tapi sayngnya, di momen liburan ini, justru banyak tuntutan yang datang dari ortu. Misalnya, mumpung libur, mama malah menuntut kita untuk beres-beres kamar, menemani mama ke pasar, membantu papa berkebun saat weekend, dan seabreg permintaan lainnya. Ortu jadi lebih sering mengomel dan menuntut banyak hal sama kita.
SOLUSI:
                Sebenarnya, permintaan ortu tersebut masuk akal juga, sih. Mengingat liburan adalah momen yang tepat untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan saat sekolah. Supaya sama-sama enak, coba ungkapkan secara baik-baik ke ortu, jika kita butuh relaksasi saat liburan ini. Tapi, jangan lupa untuk memenuhi permintaan mereka. Biar tidak berat, atur waktu untuk melakukannya. Misalnya, dengan mencicil membereskan kamar minggu ini dan menemani papa berkebun di minggu berikutnya. 

0 comments:

Post a Comment

Saturday, July 21, 2012

Atasi Konflik di Rumah Saat LIBURAN


Saat libur sekolah, pasti ada masanya kita ingin bersantai di rumah saja. Misalnya ingin tidur, main game, nonton dan bermalas-malasan sepuasnya. Meskipun kedengarannya asyik, tapi tidak jarang kenyamanan ini justru memicu konflik, saat keluarga kita juga memutuskan untuk berlibur di rumah. Hmm, kenapa begitu ya?



Berbagi Fasilitas
                Pemicu utama konflik saat liburan, biasanya terjadi karena harus baerbagi fasilitas di rumah. Misalnya, di rumah hanya ada satu TV, pastinya akan jadi masalah saat kita ingin nonton DVD marathon, sedangkan kakak/adik kita ingin nonton TV. Atau berebut remote TV, ketika ingin menyaksikan channel yang berbeda. Nah ngerinya, hal ini bisa makin rumit jika diantara kita tidak ada yang mau mengalah.
SOLUSI:
                Untuk mengatasi saling berebut fasilitas di rumah, coba deh untuk win-win solution dengan membuat jadwal penggunaan fasilitas yang ada di rumah. Misalnya, dalam kasus perebutan remote TV, coba buat jadwal menguasai remote TV tersebut, secara bergilir selama 2 jam bergantian. Begitu pula dengan kasus DVD, kita tidak perlu menyaksikan DVD sekaligus, supaya adik juga bisa menyaksikan acara TV favoritnya.
Frekuensi Betemu
                Frekuensi bertemu yang lebih sering, membuat kita lebih mengenal sifat satu keluarga lebih dalam lagi. Kalau yang tadinya kita Cuma tahu kakak itu orangnya rapi, ternyata ia juga detil dan kritis, misalnya. Karena sebal dengan sifatnya ini, kita pun mengomentari sikap kakak dan akhirnya terjadilah ‘perang’ di rumah.
SOLUSI:
                Isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat di luar rumah, bisa jadi pilihan yang tepat. Misalnya, pergi ke rumah nenek, main bareng teman atau menambah kegiatan seperti  ikut les musik, dsb. Waktu kita jadi bermanfaat sekaligus bisa mengurangi frekuensi pertemuan yang kadang bikin konflik. Yang penting, jangan ke luar karena alasan ingin melarikan diri dari suasana rumah yang tidak nyaman, ya.
Konflik Dengan Ortu
                Semua sepakat kalau liburan adalah waktunya untuk bersantai dan memanjakan diri. Tapi sayngnya, di momen liburan ini, justru banyak tuntutan yang datang dari ortu. Misalnya, mumpung libur, mama malah menuntut kita untuk beres-beres kamar, menemani mama ke pasar, membantu papa berkebun saat weekend, dan seabreg permintaan lainnya. Ortu jadi lebih sering mengomel dan menuntut banyak hal sama kita.
SOLUSI:
                Sebenarnya, permintaan ortu tersebut masuk akal juga, sih. Mengingat liburan adalah momen yang tepat untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan saat sekolah. Supaya sama-sama enak, coba ungkapkan secara baik-baik ke ortu, jika kita butuh relaksasi saat liburan ini. Tapi, jangan lupa untuk memenuhi permintaan mereka. Biar tidak berat, atur waktu untuk melakukannya. Misalnya, dengan mencicil membereskan kamar minggu ini dan menemani papa berkebun di minggu berikutnya. 

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top